Arsip

Bangunlah Sobat…

Aku melihat beberapa orang yang mati
Malah hampir semuanya mau mati
Rupanya yang mati sang sahabat
Sahabat yang ku kenal

Kulihat darah sahabatku berceceran
Oh tidak.. ternyata benar, temanku ada yang mati
Sinar surya membuat mayatnya semerbak busuk
Aku hanya menghampiri yang mati dan bertanya-tanya

Kulihat darah mengalir keluar dari mata
Dari hidung
Juga dari telinga
Kurasa otaknya akan kering sebentar lagi

Tapi..
Belatung belum sempat tumbuh
Hanya lalat hitam yang berdesing di atas tubuh tak berguna

Lama.. kutunggu sang malaikat
Tak juga datang malaikat menjemput nyawanya
Apa yang terjadi..

Kubisikkan padanya..
“Sahabatku belum saat nya kau mati”
“Dengarlah.. zionis tertawa bangga melihat mu mati tidak-hidup tidak”
“Otakmu belum kering benar, rasakanlah..”
“Bangunlah sahabatku.. “

Dosakah?

Mencontek saat ujian?

Bolos sekolah? Bolos kerja?

Terlambat makan?

Terlambat lulus kuliah?

Terlambat minum obat?

Sakit tidak berobat?

Menanam tidak disiram?

Bernafas dengan mulut?

Menceritakan aib, bahwa aku tidur ngorok?

Bengong?

Pertanyaan tidak dijawab?

Mandi sehari sekali?

Telat Pacaran?

Telat Nikah?

Telat datang bulan? *hmm

a ku tung gu

beruntunglah.. bagi mereka yang sedang menunggu.
beruntung juga.. bagi mereka yang sedang di tunggu.
apakah dia menungguku..?
sepertinya tidak.
aku bilang tidak karena dia tidak memintaku untuk menunggu.

menunggu itu membosankan.
masa? Tanyaku.

1 detik, 2 detik.. akan aku tunggu.
1 jam, 2 jam.. akan ku tunggu.
1 hari, 2 hari.. akan juga kutunggu.
12 minggu, 12 bulan, 12 tahun.. masih akan tetap kutunggu.

kalau kau menyuruhku untuk menunggu.

seperti sepertinya

kalau kamu ingin berlari, pastikan kamu sudah bisa berjalan.
sebaiknya seperti itu.

kalau kamu ingin bercerita, pastikan kamu tahu ceritanya.
baiknya begitu.

kalau kamu ingin almarhum yang kamu cintai memberi petunjuk di hidupmu.
cari tahu wasiatnya dan ikuti wasiatnya.
sebaiknya begitu.

kalau kamu ingin menjelaskan sesuatu, pastikan kamu tahu akan ditanya.
begitu baiknya.

ADAM SANDLER – REAL LOVE

Ada lagu yahud nih, ADAM SANDLER, judulnya REAL LOVE. Kenapa gw bilang yahud karena lagu ini seperti kiriman dari langit dari ufuk timur-tenggara sana (apa sih). Yup-yup.. ketika gw lagi mempertanyakan apa sih cinta itu. Lalu.. adam sandler datang sambil noyor kepala gw.

Lagu ini nemenin gw di setiap stasiun menuju kantor. Dari stasiun Rawa Buntu (serpong) – Tanah Abang – Pasar Minggu Baru. Mp3 (mirip IPOD Shuffle) boleh minjem punya ade gw bertahan cuma sebulan. Ga tau kenapa udah ga mau nyala lagi. udah ga mau di charge lagi.. (hiks..) padahal lumayan kan temen sepi di kala hati ini lagi dikerubunin lalat-lalat pertanyaan.

Lanjut membaca