Arsip

Ayatullah Tehrani: Pembohong Lebih Baik Mati

رُوِيَ عَنْ عَليٍّ عليه السّلام قال:
اَلْكَذَّابُ وَ الْمَيِّتُ سِوَاءٌ لِأَنَّ‏ فَضِيلَةَ الْحَيِّ عَلَى الْمَيِّتِ الثِّقَةُ بِهِ فَإِذَا لَمْ يُوثَقُ بِكَلَامِهِ بَطَلَتْ حَيَاتُهُ.1

Diriwayatkan dari Imam Ali as yang berkata: “Pembohong sama dengan orang mati! Karena keunggulan orang yang hidup adalah bahwa mereka dapat dipercaya sementara orang yang mati tidak. Maka jika ucapaan seseorang tidak dapat dipercaya lagi berarti dia telah mati.”

Ayatullah Mojtaba Tehrani menjelaskan, “Imam Ali as menyetarakan seorang pembohong dengan orang mati dari satu sisi bukan dari sisi lain, mengapa? Karena orang yang hidup dapat dipercaya sementara orang yang mati tidak dapat dipercaya ucapannya. Begitu juga dengan seorang pembohong yang tidak tidak dapat dipercaya ucapannya. Maka seorang pembohong sama dengan orang mati.

Namun dari sisi lain, seorang pembohong bahkan lebih buruk dari orang mati. Karena dalam riwayat lain yang dinukil dari Imam Baqir as menyebutkan:

«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ جَعَلَ لِلشَّرِّ أَقْفَالًا وَ جَعَلَ مَفَاتِيحَ تِلْكَ الْأَقْفَالِ الشَّرَابَ وَ الْكَذِبُ شَرٌّ مِنَ الشَّرَابِ»2

Ayatullah Mojtaba Tehrani menjelaskan, “Allah Swt telah menetapkan kunci-kunci untuk keburukan, kunci dari keburukan tersebut adalah arak (minuman keras) dan kebohongan lebih buruk dari arak.”

“Dalam riwayat Amirul Mukminin as pembohong sama dengan orang mati dari satu sisi, namun dari sisi lain, seorang pembohong bahkan lebih buruk dari orang mati. Karena orang yang telah mati tidak dapat melakukan keburukan, akan tetapi pembohong selalu menebar keburukan. Kita harus menyandingkan riwayat-riwayat tersebut sehingga kita dapat mengambil kesimpulan secara keseluruhan. Seorang pembohong lebih baik mati, karena hidupnya penuh keburukan.”

“Masalah kebohongan ini jangan dianggap remeh. Bohong adalah termasuk dosa besar dan telah dilarang dalam banyak ayat dan riwayat. Seperti yang telah dikatakan Imam Ali as, bohong awalnya menghapus kepercayaan dan berikutnya menciptakan keburukan dalam masyarakat,” jelas Ayatullah Tehrani.

 [1]. غُررالحِكم و دُرر الکَلِم، ص 220، روايت 4386

 [2]. اصول كافي، ج2، ص 338

 

Apa yang Harus Dibaca Ketika Berziarah Kubur?

Ayatullah Javadi Amoli menjelaskan pentingnya ziarah kubur dan apa yang harus dibaca para peziarah untuk sanak keluarga mereka yang telah meninggal dunia.

Ayatullah Javadi Amoli mengatakan, “Melalui ziarah dan doa, agama Islam mengajarkan kita bahwa amalan (ziarah) tersebut bukan hanya sekedar untuk mendapat pahala. Agar ziarah kubur jangan sampai dilupakan, ketika kita melintasi kuburan, kita jangan melupakan mereka. Lalu apa yang harus kita baca atau ucapkan?”

Dianjurkan untuk membaca kalimat ini:
“اَلسَّلامُ عَلي‏ اَهْلِ الدِّيارِ مِنَ‏ الْمُؤْمِنينَ وَالْمُسْلِمينَ اَنْتُمْ لَنا فَرَطٌ وَنَحْنُ اِنشآءَ اللَّهُ بِکُمْ لاحِقُونَ”
Ini adalah ucapan pendek yang berarti, “Salam kepada kalian para mukminin dan muslimin, kalian yang telah mendahului kami dan kami insyaallah juga akan bergabung dengan kalian.”

Adapun doa yang umumnya dibaca ketika berziarah adalah:

«اَلسَّلامُ عَلي‏ اَهْلِ لا اِلهَ اِلَّا اللَّهُ مِنْ اَهْلِ لا اِلهَ اِلَّا اللَّهُ يا اَهْلَ لا اِلهَ اِلَّا اللَّهُ بِحَقِّ لا اِلهَ اِلَّا اللَّهُ کَيْفَ وَجَدْتُمْ‏ قَوْلَ لا اِلهَ اِلَّا اللَّهُ مِنْ لا اِلهَ اِلَّا اللَّهُ»

sumber http://indonesian.irib.ir

Konferensi Internasional Pemuda Dan Kebangkitan Islam, Tehran 29.01.2012

Pesan Ahmadinejad untuk Pemuda Islam

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, prinsip keberadaan rezim Zionis Israel merupakan penyembelihan terhadap kemuliaan umat manusia dan penghinaan atas bangsa-bangsa.

Seraya mempertanyakan klaim-klaim Barat terkait isu kebebasan dan demokrasi, Ahmadinejad menandaskan, Amerika Serikat dan Eropa tidak demokratis, oleh karena itu bagaimana mereka akan menghadiahkan kebebasan kepada pihak lain?

IRNA melaporkan, Ahmadinejad, Ahad (29/1) pada pembukaan Konferensi Internasional Pemuda dan Kebangkitan Islam di Tehran, menilai sangat penting dan menumental tema yang diangkat dalam konferensi.

Dalam pesan yang ditujukan kepada pemuda dunia Islam, Ahmadinejad mengatakan, “Dengan semangat kesepahaman, sepemikiran, dan tekad kolektif, ciptakanlah hari esok yang lebih indah dan lebih manusiawi bagi umat manusia.”

Setelah menyatakan rasa gembira karena berkesempatan hadir bersama pemuda revolusioner dari seluruh dunia, Ahmadinejad memaparkan urgensi kebangkitan Islam menurut tujuan penciptaan manusia.

Berbicara tentang kondisi yang menguasai AS dan Eropa, Ahmadinejad menegaskan, “Barat mengklaim dirinya sebagai pelopor demokrasi dan keadilan di dunia. Apakah mereka sendiri menikmati demokrasi dan kebebasan untuk bisa disumbangkan ke kita?”

“Di AS bagian mana terdapat kebebasan ketika hanya ada dua partai yang memerintah negara itu selama bertahun-tahun,” tanya Presiden Iran. Ditambahkannya, kedua partai itu juga hanya berperan sebagai boneka, karena Zionis yang memberi perintah kepada mereka.

Pada bagian lain pidatonya, Ahmadinejad menyebut keadilan dan kebebasan sebagai faktor terpenting bagi kebahagiaan manusia. Menurutnya, keadilan merupakan landasan gerakan manusia dan masyarakat dalam meniti jalan kesempurnaan.

“Jika keadilan tidak ada, hakikat manusia akan punah dan potensi-potensi manusia tidak akan menemukan kesempatan untuk berkembang,” jelasnya.

source : http://indonesian.irib.ir/politik1/-/asset_publisher/Cu0D/content/inilah-pesan-ahmadinejad-untuk-pemuda-islam

Lanjut membaca

Syi’ah Rasionalisme Dalam Islam

Lebih indah lebih merdu
Dari suara kuda pacuan
Dari gemercing pedang serdadu
Bertetak tak tentu lawan dan kawan

Dari semua keindahan yang ada
Yang dapat membuat mataku terkedip
Tak ada yang indah daripada
Mencintai Ali Bin Abi Thalib

Jikalau dadaku mereka buka
Pasti terdapat dua baris
Tak ada penulis, tak ada pereka
terukir sendiri terguris

Pertama Adil, kedua tauhid
Tertulis di sebelah dadaku
Yang lain mencintai Ahlil bait
Tergambar di sebelah terpaku

Asy-Syafi’i

Tawa dan Tangis dalam Budaya Islam

Islam menaruh perhatian pada semua kebutuhan manusia baik dalam kehidupan individu maupun sosial, jasmani maupun rohani.

Islam menggariskan apa-apa yang diperlukan dan memberikan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan itu secara logis. Tak mengherankan, sebab Islam adalah risalah agama yang turun dari sisi Allah, Tuhan yang Maha mengetahui segala sesuatu.

Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam budaya Islam adalah masalah kejiwaan yang sehat dan kepribadian yang mapan. Karena itu dalam masalah kesenangan yang biasanya diwarnai tawa atau kesedihan yang diselimuti tangis, Islam memiliki aturan yang membuat kejiwaan manusia selalu stabil.

Tawa dan tangis adalah dua kondisi alamiah pada manusia dalam mereaksi fenomena menyenangkan dan menyedihkan. Dua reaksi ini secara psikologis memiliki kesan yang sangat penting pada kesehatan jiwa manusia. Tawa biasanya terjadi dalam interaksi sebuah fenomena yang terjadi dari dua orang atau lebih yang tentunya terkait dengan perilaku sosial. Tawa bisa menunjukkan kepercayaan kepada orang lain, mengokohkan hubungan sosial dan menciptakan keakraban. Para psikolog menyatakan bahwa tawa membuat tubuh manusia sehat sementara kesedihan akan menggerus kepribadian seseorang dan menunjukkan kejiwaan yang tidak sehat. Karena itu, orang dianjurkan untuk berekreasi, bersafari, bertandang ke rumah sanak keluarga atau kawan dan melakukan apa saja yang bisa menggembirakan hati. Anjuran itu semakin ditekankan di zaman ini ketika materi telah menguasai kehidupan umat manusia yang menghasilkan lonjakan angka kasus bunuh diri, depresi dan kejahatan di tengah masyarakat dunia Barat. Sayangnya, untuk mencari kesenangan hati, sering kali yang mereka lakukan adalah hal-hal yang tidak benar.

Para dokter menasehati kita untuk setidaknya tertawa beberapa menit dalam sehari. Sebab, hal itu dapat menghilangkan berbagai macam penyakit. Islam juga memandang tawa sebagai hal yang baik. RasulullahSaw yang dikenal sebagai manusia dengan wajah yang paling berseri pernah bersabda, “Carilah kebaikan pada orang yang berwajah riang.” Di dalam al-Qur’an, banyak ayat yang menunjukkan pentingnya senyum dan kesenangan walaupun terkadang Allah Swt melarangnya dalam beberapa kasus. Pada kesempatan ini tak salah jika kita menengok beberapa ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan masalah tawa dan tangis.
Lanjut membaca