Arsip

Tiga Episode dari Kehidupan Nabi Saw

“Rahasia penghambaan Nabi Saw adalah mengacuhkan kekuatan selain Allah, tidak meragukan-Nya, dan tidak memutus hubungan dengan Allah demi selain-Nya.”

Allah memerintahkan kita untuk mengikuti Nabi Saw dalam seluruh aspek kehidupan. Beliau adalah teladan bagi kita, tak hanya dalam tutur katanya, tapi juga perilaku, cara hidup, cara bergaul dengan keluarga dan masyarakat, cara menyikapi kawan dan lawan, serta perlakuannya terhadap kaum lemah dan kuat.

Masyarakat Islami kita baru bisa disebut sebagai masyarakat Islami ideal setelah menyesuaikan dirinya dengan jalan hidup Nabi Saw. Jika kita tak bisa bertindak seratus persen seperti beliau, yang memang mustahil terwujud, setidaknya kita bertindak menyerupai beliau. Jangan sampai jalan hidup kita bertolak belakang dengan jalan hidup Nabi Saw.

Episode Dakwah dan Perjuangan

Saya akan berbicara ringkas tentang tiga episode penting kehidupan Nabi Saw. Tentu sudah banyak buku yang ditulis berkaitan dengan hal ini. Topik ini juga terlalu luas untuk dibahas dalam ceramah singkat seperti ini. Namun setidaknya, kita bisa memetik seikat bunga dari taman bunga kehidupan Nabi Saw, agar beliau senantiasa hidup dalam benak kita.

Episode pertama kehidupan Nabi Saw adalah dakwah dan perjuangan. Salah satu pekerjaan penting beliau adalah menyeru kepada kebenaran dan berjuang dalam seruan ini. Beliau tak pernah surut langkah menghadapi dunia kelam di zamannya, baik saat beliau sendirian di Mekah dan dikelilingi sekelompok kecil Muslimin, atau saat beliau telah mendirikan pemerintahan Islam dan menjadi pemimpinnya. Beliau tidak pernah takut menghadapi kaum arogan Arab dan Quraisy, atau kaum awam yang tak berpengetahuan. Beliau menyampaikan ajarannya, menanggung semua penghinaan, dan memikul banyak penderitaan hingga akhirnya bisa mengislamkan banyak orang. Lanjut membaca

KELAHIRAN NABI Muhammad (Ja’far Subhani)

Awan gelap jahiliyah telah menutupi sepenuhnya jazirah arab. Perbuatan buruk dan haram, perang berdarah, peramnpokan dan pembunuhan bayi memusnahkan seluruh kebajikan moral dan menempatkan masyarakat arab dalam situasi kemerosotan yang luar biasa. Usia hidup menjadi singkat. Pada waktu itulah muncul bintang pagi kemakmuran, suasana gelap itu kian disinari kelahiran Nabi Suci yang dinanti-nantikan. Mulailah langkah awal menuju pembangunan peradaban, kemajuan dan kemakmuran bagi bangsa terbelakang ini. Segera cahaya ini menyinari seluruh dunia, fondasi pengetahuan kearifan dan peradabanpun diletakkan.

Setiap bab kehidupan orang-orang besar layak ditelaah dan diteliti dengan cermat. Kadang kepribadian seseorang demikian besar dan agung sehingga seluruh tahap kehidupannya, bahkan masa bayi dan kanak-kanaknya, menjadi misterius. Kehidupan orang-orang genius, pemimpin masyarakat dan pelopor kafilah peradaban, biasanya menarik dan berisi fase sensitive dan menakjubakan. Sejak lahir hingga mati, kehidupan mereka mengandung misteri. Masa kanak-kanak dan remaja orang besar sungguh mengagungkan dan ajaib. Jika kita sepakati kelaziman di kalangan orang-orang besar ini, akan mudah bagi kita untuk menerima sesuatu yang mirip dengan hal-hal yang dialami para nabi danorang suci.

Taurat dan Al Qur’an menggambarkan masa kanak-kanak Nabi musa sebagai penuh misteri, dan mengatakan, “Ratusan anak tak berdosa dipancung supaya Musa tidak dilahirkan. Namun, karena Allah menghendaki kemunculannya di dunia, maka bukannya musuh berbuat jahat kepadanya, malah Fir’aun sendiri, musuh terbesarnya, menjadi pengayomnya. Al Qur’an berkata, “Ketika kami ilhamkan kepada ibumu (ibu Musa) suatu ilham, yaitu, ‘Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ke dalam Sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh musuh-Ku dan musuhnya (Fir’aun).’ Aku telah melimpahkan kepadamu kasih saying-Ku, supaya kamu diasuh dibawah pengawasan-Ku. [Yaitu] ketika saudaramu yang perempuan berjalan lalu ia berkata [kepada keluarga Fir’aun], ‘Bolehkah saya menujukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya? ‘Maka Kami mengembalikanmu kepada Ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita… (Surat Thaha, 20:38-40)

Masa kehamilan, kelahiran dan pengasuhan Nabi ‘Isa bahkanlebih ajaib lagi. Al Qur’anul Karim menuturkan masa pertumbuhan ‘Isa sebagai berikut,  Lanjut membaca