aku tak berdaya mengukur-Mu
seukuran lebar atau tingginya benda-benda
seukuran bundarnya dunia
seukuran luasnya nebula
seukuran panjangnya aksara
sebab Kau-lah. . .
Asalnya segenap jarak
Awalnya segenap nada Mulanya segenap sabda
Cikalnya segenap warna
Yang Mahabijak menata ruang
Yang Mahapandai menggelar pandang
Yang Mahaperkasa menjalin runtutan waktu
Yang Mahakuasa mencipta bahkan memupus kejelmaanku
Oleh sebab itu. . .
pupuskanlah aku tatkala sujud di sajadah biru-Mu
di sajadah merah-Mu
di sajadah kuning-Mu
yang menggelar dari ujung ke ujung keikhlasan
yang melebar ke sisi sisi kesucian
yang menikar ke segenap keimanan
yang berbinar di selurus kebenaran
Amin . . .
(Dedy Suardi, hal 3 PHDSB)
