RSS

Peta Bangsa yang Suram, Peta Kemanusiaan yang Kelabu

28 Sep

Ahmad Syafii Maarif

Dalam sebuah rapat di Jakarta beberapa minggu yang lalu, sebuah kerisauan saya sampaikan kepada Bung Nono Anwar Makarim. Bung Nono menjawab enteng, kira-kira isinya adalah “Yang sarat dengan masalah bukan  hanya Indonesia, tetapi kondisi dunia pun tak banyak berbeda.” Artinya, di mata Bung Nono, orang janganlah hanyut dalam kerisauan, tetapi berbuatlah sesuatu yang terbaik untuk bangsa dan kemanusiaan.  Toh, yang diimpit beban batin yang berat itu jumlahnya jutaan di muka bumi. Ketidakadilan marak di mana-mana, termasuk di Indonesia dengan kultur tawuran massa yang berkepanjangan, tak pernah lelah.

Afghanistan, Pakistan, Irak, Palestina, adalah di antara bangsa yang masih hidup dalam situasi tak menentu, penuh kekerasan, dan ketidakamanan. Sekarang ditam bah lagi oleh revolusi rakyat di dunia Arab yang berdarah-darah dalam upaya menumbangkan rezim-rezim kepala batu. Setelah sebagian rezim itu tumbang, jalan lempang juga tak kunjung muncul.

Rupanya manusia adalah makhluk paling ruwet dan rewel yang pernah diciptakan. Maka, tidaklah mengherankan ketika para malaikat semula memprotes Tuhan mengapa makhluk ruwet perusak dan penumpah darah ini perlu diciptakan. Tetapi, argumen itu ditangkis Tuhan “Sesungguhnya Aku lebih tahu tentang apa yang kalian tidak tahu.” (QS al- Baqarah [2]: 30). Dengan tangkisan ini, para malaikat pun patuh tunduk, bahkan sujud kepada manusia yang dilambangkan Adam itu.

Agama yang semestinya membimbing kemanusiaan ke jalan yang benar dan adil seperti telah kehilangan fungsi itu. Kekuatan-kekuatan ateis tentu bersorak ria menyaksikan panorama agama ini, demi menguatkan posisinya sebagai manusia tanpa Tuhan. Tetapi, mereka pun gagal menawarkan alternatif untuk sebuah dunia yang adil, beradab, dan damai.

Seperti halnya kaum beriman yang sering berbenturan sesamanya, puak-puak ateis ini pun tidak pernah satu. Mereka pun bertikai pangkai antara satu sama lain. Tidak pernah habis-habisnya. Uni

Soviet tempo dulu yang dipandang sebagai kekuat an ateis terdahsyat di muka bumi selama 77 tahun, kini telah masuk ke dalam museum sejarah, tak mampu bertahan lama. Lawannya dunia kapitalis yang sok percaya kepada Tuhan, kini pun berada dalam krisis berkepanjangan. Siapa yang bisa mengira sebelumnya, kini Amerika Serikat punya utang besar kepadaCina yang berpenduduk sekitar 1,3 miliar itu.

Afghanistan, sebuah bangsa pejuang yang miskin, tak pernah berhenti bernapas. Sisa-sisa kekuatannya yang pantang menye rah itu tetap saja bergerak di tengah- tengah perpecahan suku yang tak habis-habisnya. Pakistan, sebuah negara Islam yang punya senjata nuklir, bahkan sering dijuluki sebagai negara gagal. Nyaris sepanjang waktu bom meledak disana-sini. Mayat bergelimpangan. Kira-kira si peledak dan korban peledakan samasama menyandang nama Arab sebagai identitas umumnya umat Islam. Namanama lain tentunya juga banyak. Fenomena serupa juga berlaku di Indonesia. Atas nama jihad para pengebom ini telah membunuh ratusan manusia di samping sebagian mereka turut pula dalam pesta maut itu.

Irak yang dulu pernah menjadi pusat peradaban dunia, kini telah menjadi puing berserakan. Akan memakan tempo lama bagi proses perbaikan dan pemulihannya. Itu pun, jika rakyat Irak sendiri bisa bersatu padu, sesuatu yang sulit untuk diraih sekarang ini. Dengan dalih menyimpan senjata pemusnah massal, Presiden George W Bush telah memerangi negara berdaulat itu. Saddam Hussein pun digantung, tetapi senjata pemusnah massal itu ternyata tidak ditemukan.

Semestinya Amerika meminta maaf kepada rakyat Irak karena telah melakukan kebiadaban di sana. Saya rasa penjahat perang yang paling biadab pada akhir abad yang lalu dan pada abad ini adalah Presiden Bush, penganut Kristen fundamentalis yang didukung sepenuhnya gerakan Zionis internasional. Beberapa negara Arab yang khawatir terhadap gerak ekspansionis Saddam, juga turut serta dalam penghancuran Irak ini. Golongan Sunni dan Syi’ah sama-sama terjebak dalam permainan kotor ini.

Untuk pelipur hati yang gelisah, tampaknya nasihat Bung Nono sebelumnya patut juga direnungkan. Bahwa keadaan dunia yang tercabik seperti sekarang ini bukanlah berita baru. Sejak puluhan abad yang lalu, peperangan, kebia dab an, kezaliman, dan segala bentuk tindakan antikemanusiaan tetap saja berjalan, justru dilakukan oleh makhluk yang

Satu agama dengan doktrin yang tegas tentang monoteisme (tauhid) dan kesatuan kemanusiaan sering benar tak berdaya mengawal penganutnya agar jangan menyim pang dari jalan yang benar dan lurus. Selalu saja berlaku ketegangan antara “yang seharusnya dan realitas” dalam perjalanan sejarah umat manusia.

Bagaimana ujungnya perjalanan ini ke depan, tak seorang pun di antara kita yang bisa memastikan, karena Tuhan telah mengunci protes malaikat: “Sesungguhnya Aku lebih tahu tentang apa yang kalian tidak tahu.” Bukankah pula peradaban dibangun sebagai hasil dialektika sejarah di atas pilar-pilar kebiadaban, di atas tengkorak manusia? Hampir tidak ada unit peradaban yang bebas dari kecenderungan di atas, termasuk peradaban Islam. Kekejaman yang dilakukan oleh imperium Abbasiyah atas imperium Umaiyah yang digantikannya adalah fakta sejarah yang tidak dapat dibantah. Sumber sumber Arab merupakan testimoni untuk itu semua.

Masalahnya bukan terletak pada anutanagama yang sama, tetapi terletak pada syahwat kekuasaan manusia yang gagal dikawal oleh agama. Tetapi, saya masih percaya,seseorang yang beriman secara autentik pasti mampu menghalau nafsu kekuasaan itu ke batas yang jauh, sehingga keadilan dan persaudaraan antarmanusia bisa ditegakkan, dan pertumpahan darah dapat dikurangi sampai batas yang terkecil.

Berbeda dengan Mahatma Gandhi yang antiperang dan antikekerasan, seorang Muhammad terlibat dalam peperangan defensif,demi tegaknya keadilan dan perdamaian. Ketidakadilan yang berpusat di Makkah pada awal abad ke-7 di tengah-tengah kultur komersial yang angkuh dan pongah, memang pada akhirnya menjadi target gerakan Muhammad untuk diubah secara radikal, sehingga pilar-pilar keadilan itu benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat yang sebagian besar adalah golongan tertindas.

Muhammad sadar betul bahwa tujuan utama perutusannya adalah sebagai rahmat bagi alam semesta. (Alquran Surah al-Anbiya: 107). Amat disayangkan para pengua sa Muslim yang datang kemudian sering benar tidak tertarik dengan doktrin dahsyat yang teramat mulia ini. Itulah sebabnya dalam berbagai periode sejarah, mereka berkhianat terhadap ajaran agamanya sendiri.

Pengkhiatan ini berakibat sangat jauh dan sangat buruk. Dunia Islam kehilangan martabat selama sekian abad. Masalah Palestina yang sudah berlangsung lebih dari 60 tahun karena permainan busuk Israel yang didukung Amerika Serikat tidak dapat ditembus oleh negara-negara Arab yang melingkari negara Zionis itu. Karena terlalu lama ditindas, akhirnya bulan September 2011 ini Palestina maju sendiri untuk minta pengakuan PBB sebagai sebuah negara merdeka.

Bayang-bayang veto Amerika di Dewan Keamanan tidak dipedulikan lagi. Semoga saja sebagian besar anggota PBB akan mendukung upaya adil bangsa Palestina ini. Israel memang telah bekerja keras untuk membendung langkah Palestina yang dinilai bisa memukul kecongkakan rasisnya. Masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan universal.Roda sejarah memang sedang bergerak untuk memenangkan jeritan kemanusiaan itu.

Sebagai penutup, sekalipun Indonesia masih berada dalam lingkaran peta suram akibat korupsi dan pemerintah yang tidak efektif, saya percaya bahwa masa-masa kritikal ini akan berhasil dilalui pada saatnya, semoga tidak melalui pertumpahan darah. Kemudian, peta kemanusiaan yang masih kelabu akan berangsur cerah sekali. Masalah Palestina telah menjadi pusat perhatian dunia untuk mendapatkan kemerdekaan, sekalipun Israel dan bapak angkatnya akan semakin terkucil dan sempoyongan. Dunia telah berubah dengan kecepatan tinggi, tetapi mengapa masih saja ada negara modern yang buta peta?

 

Tentang terhapus

read. photography. always at the wrong time. wrong place and wrong decision.
 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.